Tampilkan postingan dengan label open minded. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label open minded. Tampilkan semua postingan

On progress.....

Susah move on itu nggak enak.

Maka nikmatilah saat-saat ketika dirimu berada di sekitar orang-orang yang sangat peduli denganmu.

Nikmatilah pertolonganmu ketika mereka meminta bantuanmu.

Nikmatilah apapun yang mereka lakukan demi melihatmu tersenyum dan tertawa.

Nikmatilah cerita dari seorang teman yang sangat percaya padamu.

Nikmatilah kesunyian yang kamu rasakan ketika berada di dekat mereka.

Nikmatilah, sampai kamu lupa kalau kamu sedang bersedih.

Dan nikmatilah, sampai tiba saatnya mereka "menghilang" dengan tenang.

Terimakasih telah memperhatikan saya.
Maaf saya tidak peka.

To: Nuclear Rangers-ku tersayang.

Tentang si Anu

Tadi banget saya habis dibikin kesel sama cowok yang duduk pas banget di sebelah kiri saya. Dia meminta salah satu temen saya untuk "berbuat dosa". Temen saya ini takut-takut buat ngelakuin itu. Saya dan temen saya di sebelah kanan (cewek) udah bilang jangan dilakuin. Tapi si cowok ini nyolot banget. Gila banget sih, nyuruh orang berdosa maksa-maksa gitu. Saya kesel sih sama dia, tapi toh percuma. Sampe kami bilang ke si cowok, kamu nggak usah mentingin urusan dunia dulu, ntar di akhirat diminta pertanggungjawabannya loh. Tau nggak dia bilang apa? "ah entarlah itu urusan nanti. Ini lebih penting". Saya udah pengen ngomong kasar tapi karena masih ada dosen saya tahan.

Saya gabisa marah kalo langsung. Bisanya nyindir, tapi si cowok keadaannya lagi keras kepala banget. Sekeras apapun sindiran saya tetep aja dia nggak bakal "merasa" kalo dia salah.

Kesalnya masih saya rasakan sampe balik ngampus. Kalo orang lain nggak bisa ato nggak mau ya lakuin lah sendiri.

Dongeng (lagi) Sebelum Tidur


Seekor kura-kura bertanya kepada seekor kelinci “mengapa aku lambat?” dan kelinci itu menjawab “karena kamu selalu membawa beban berat di pundakmu. Tidakkah kau letih membawa rumahmu kemanapun?”

“aku tidak lelah. Jika aku lelah aku tinggal masuk saja ke rumahku.”

“terus?”

“aku terlindung dari hujan badai dan panas terik matahari.”

“terus?”

“aku juga merasa aman dari musuh-musuh yang mencariku, karena – salah satunya – aku bisa menyamarkan diri menjadi batu dan berdiam diri di tanah, persis seperti bunglon jika ingin melindungi dirinya.”

“terus?”

“mengapa kau selalu bertanya ‘terus’ terus-terusan?”

Kelinci itu tersenyum “begitu maksudku, kura-kura. Walaupun engkau lambat karena selalu membawa beban berat di pundakmu, jangan mengeluh! Karena beban yang kamu bawa itu sangat bermanfaat hanya pada dirimu. Walaupun kamu dicaci maki oleh yang lainnya, biarkan saja mereka, toh mereka juga tidak dapat melakukan apa yang kamu lakukan. Kami – binatang yang lebih cepat dari kura-kura – tidak bisa melindungi diri kami seperti kalian. Kami bahkan tidak membawa rumah kami kemana-mana! Itulah yang menyebabkan kami dapat bergerak lebih cepat dari kalian, agar jika rumah kami rusak, kami bisa segera pergi dan mencari rumah baru. Kamu juga tahu, kan, betapa sulitnya mencari rumah baru, dengan suasana yang berbeda tentunya jika dibandingkan tempat tinggal yang lama”

“kalian juga akan terbiasa, kan? Jika bisa tinggal di rumah baru.”

“tapi kami tidak seaman kalian! Kami terlalu mencolok jika tiba-tiba berada di lingkungan baru, dari predator sampai pemburu tidak henti-hentinya mengejar kami yang sibuk melarikan diri, berpencar, terpisah dari keluarga, dan berada di tempat asing yang tak pernah kau datangi sebelumnya. Apalagi jika cuaca seperti hujan saja dapat membasahi rumah kami seketika..... Tidak seperti dirimu yang tidak bisa dibedakan dengan bongkahan batu, kami terlalu sulit menyamarkan diri.”

“tapi kau kan bisa berlari terus.”

“memangnya kamu tidak lelah jika berlari terus? Apalagi sambil membawa rumah”

Kura-kura terdiam.

“kami yang tidak bawa apa-apa saja lelah jika lari terus-terusan. Kita bukanlah makhluk super yang bisa bergerak semaunya.”

“......”


“Yang penting sekarang kamu tahu, kan? Semua makhluk hidup diciptakan untuk hidup bersama-sama bukan tanpa alasan, bukan juga karena kelebihan dan kekurangan yang menyebabkan dirimu bisa bertanya tadi, tapi dari kelebihan yang kita punya, kita dapat melindungi makhluk yang memiliki kekurangan, begitupun sebaliknya. Coba kalau tidak, bagaimana bisa kamu bisa ke atas bukit secepat ini jika bukan karena aku yang berlari membawamu? Dan bagaimana bisa aku berlari tanpa kelaparan jika bukan kamu yang mengambilkan makanan untukku (tepatnya, kau kujadikan batu untuk menjatuhkan buah-buahan).”

--------------------------------------------------------------------------------

*edited*

Jadi, apa yang bisa anda ambil dari cerita di atas?

Tidak. Saya bukan sok bijak. Saya hanya berpikir tentang apa yang pantas dan sebaliknya.

Believe in God



Nemu di timeline LINE. Seketika gambar ini juga menghapus segala keraguan saya untuk terus melanjutkan hubungan mesra dengan orang yang lagi deket sama saya. Hoahahahaha.

Apa itu Karma?



anda tahu karma? iya, yang kalo kata-kata orang (pasrah) "kamu pasti ngerasain apa yang aku rasain" disaat dirinya dalam keadaan yang buruk.

ehem... iya, itu ciri-ciri orang pasrah. menurut saya loh yaaa.

kenapa begitu? karena orang yang kayak gitu taunya bertindak doang, mikirnya pake emosi, tanpa berpikir kebelakang apa yang dia lakukan sebenarnya.

saya pernah dapat pertanyaan "apa kamu percaya karma?" di akun ask.fm saya. karena saat itu pun banyak yang nge-ans pertanyaan itu, saya juga mulai baca-baca jawaban mereka. ada yang percaya ada juga yang tidak. kalau alasan percayanya, kesimpulan yang saya dapatkan setelah membaca jawaban mereka seperti ini : "karma itu ada, kamu harus percaya kalau mau hidupmu tidak sial". jawaban seperti ini adanya malah menakut-nakuti orang lain saja. sedangkan bagi yang tidak percaya karma, alasan yang diberikan seperti ini : "karma itu tidak ada, yang ada itu apa yang kita tanam itu yang kita petik". maksudnya apapun yang kita lakukan hari ini akan berefek pada kemudian hari. misalnya kalau hari ini anda menolong seseorang, suatu hari nanti anda yang akan ditolong orang, walaupun bukan orang yang sama.

coba deh berpikir luas, kenapa kita bisa "celaka" - anggap aja gitu istilahnya - akibat orang lain. saya mengambil dua kesimpulan dari pernyataan saya diatas:

1. Tuhan sedang menguji kita
mungkin Tuhan ingin menguji kesabaran kita, dengan memberikan cobaan lewat orang lain. jika lolos melewati cobaan yang diberikan, bisa jadi kedepannya kita akan dapat cobaan yang lebih berat lagi. tapi, yakin deh, kita bakal jadi orang yang "baik" oleh Tuhan. jangan marah kalau dimanfaatin orang-orang karena kebaikan dan kesabaranmu, tapi tegurlah mereka dengan baik-baik jika sudah keterlaluan. ajarkan ilmu kebaikan seperti ini "kalau kamu baik ke orang walaupun kecil, Tuhan akan baik ke kamu berkali-kali lipat". kebaikan yang kamu lakukan mungkin tidak akan kamu rasakan hari itu juga, bisa saja hari lain diaaat kamu benar-benar membutuhkan.
eh tapi jangan pernah tanyakan mereka "apa Tuhan meminta kamu memberi cobaan ke aku?". jangan, soalnya lucu. 😁

2. ada "kesalahan" yang dilakukan sebelumnya
ambil contoh, anda begadang sehingga tidur telat, berefek bangun kesiangan, dan setiba di tempat kerja anda dimarahi atasan. jangan mendoakan atasan (walaupun dalam hati) agar turun jabatannya. tapi cobalah berpikir kebelakang, mengapa anda bisa telat. dari situ anda tahu kan, siapa yang salah? 😁
dari contoh permasalahan ini saya rasa anda paham. intinya "berpikir kebelakang" bukan mendoakan yang tidak baik kedepannya.

jadi, menurut anda, yang benar itu "karma" atau "apa yang kita tanam, itu yang kita petik"?

My Trip My Adventure (?)

nggak butuh orang hebat kok buat tau dunia itu kayak apa. cukup simpen hape, trus keluar rumah, nikmati sendiri* gimana kehidupan dimana kamu berada.

*ohya, artikel ini khusus buat jomblo. kalo kamu (ngerasa) nggak jomblo, saya sarankan untuk berhenti baca. karena sendiri = jomblo.

ada berita heboh disekitarmu? tinggal tanyakan saja pada orang-orang yang ada, sekalian bersosialisasi biar kamu dianggap 'ada' di situ, bukan hanya sebagai makhluk yang hidup. :v

bingung mau ngapain? tinggal tanya temen minta recommended sesuai targetmu. sok basa basi dengan nanyain kabar, lagi apa, udah makan belum (sekalian beliin makanan juga boleh).

nggak tau alamatnya? sercing aje di google maps (ini baru boleh buka hape, walaupun sebenernya bisa aja sih lewat pc). sekalian diskrinsut trus diprint biar kek peta.

nggak ada temen? nggak mungkiiiiiiin. sambil modus juga bisa kok, misal pengen belanja buat sodara tapi nggak tau seleranya soalnya beda jenis (cewek/cowok loh ya, bukan maho ato homo apalagi sekongkolannya).

tugas numpuk? alaaaah, ngerjain tugas cuman MITOS! yakin deh, fokus ke khayalan lebih banyak daripada fokus ngerjain tugas. nggak usah sok sibuk, orang sibuk aja masih bisa nyisihin waktu kok buat relax.

ada kegiatan yang wajib diikuti? dateng aja, kalo emang beneran bermanfaat. minimal bermanfaat buat ngisi hari-harimu biar nggak suwung. sering suwung? jomblo sih (mending jomblo kalo punya gebetan yang bisa dimodusin buat ngisi kesuwunganmu, daripada jomblo gara-gara nggak ada satupun yang mau walaupun cuman dilirik pake ujung pulpen).

tempatnya mahal? bawa bekal, minimal air minum. sekalian buka lapak biar dapet duit lagi - habis itu dikejar satpol PP.

jangan lupa bawa kamera, biar kayak anak hitzzzzzzzz. iya, bawa doang. entar kameranya difoto pake kamera hape yang resolusinya kek kamera hape jadul (karena foto blur itu sesuatu banget deh).