Pantaskah

Jadi, temen saya (cewek) cerita kalo dia naksir seseorang (cowok), dan ternyata temennya (cewek) temen saya ini juga naksir orang yang sama. Temen saya awalnya kesel gimana gitu. Kok bisa mereka berdua (cewek-cewek) temen akrab bisa naksir orang yang sama, padahal masing-masing nggak pernah cerita. Akhirnya temen saya ngalah, dia rela si cowok deket sama temennya.

Dia seneng malah, katanya "untung aku nggak lanjut deket sama dia. Coba kalo dilanjutin, duh. Bisa-bisa nyesel seumur hidup."

Terus dia nanya "kalo kamu gimana? Perasaanmu gimana kalo tau cowok yang kamu taksir malah deket sama cewek lain?" Sebenernya dia nggak bener-bener nanya saya, dia cuma nyeplos doang.

Dia nggak tau kalo saya juga naksir cowok. Tapi kalo saya ada di posisinya yaa saya bersyukur sih. Sebenernya kalo si cowok nggak suka sama saya, saya nggak apa. Tapi kalo ternyata dia juga suka sama saya, gimana dong? Ya saya nyadar diri saya emang nggak pantes buat dia. Iya, "nggak" pantes, bukan "belum". Saya udah jatuh banget, udah belajar dari pengalaman. Saya punya kenangan buruk yang membuat saya terus berpikir "saya emang nggak pantes buat siapapun".

Saya ikhlas, atau saya yang kurang ajar? Berani menyukai seseorang yang (menurut saya) nggak pantas buat saya. Seharusnya saya sadar diri.

Tapi gimana dong, Tuhan menyiptakan "perasaan" kadang datang sendiri kadang dipermainkan kadang dijatuhkan semaunya.

Semuanya emang butuh proses untuk dimengerti.

Ketika....

Ketika calon gebetanmu dideketin cewek lain. Apa yang harus kamu lakukan?

- mundur
Resiko: mungkin nyesek, tapi harus ikhlas. Tapi yaaaa berat :"

- lanjutin
Konsekuensinya ya harus bisa bersaing sehat.

Intinya apapun pilihannya, kalo udah takdir jodoh pasti bakal balik lagi.

Walaupun saya sendiri nggak yakin bakal ada yang mau...

Saya cuma pengen menikmati rasa-rasa ini aja kok. ^^

Niat Buruk

Saya pernah niat nggak mau ngampus hari Selasa. Entah kenapa males banget, apalagi kalo ngampus pagi (efek Senin ngampus agak siangan sih, malah kadang libur).

Gara-gara niat gitu, Seninnya dikasih sakit. Selasa disuruh istirahat.

Entah antara senang ato nyesel. Senang gara-gara beneran nggak ngampus, tapi nyesel kenapa harus dikasih sakit.

Yeah, mungkin emang sengaja dikasih sakit, biar kedepannya nggak kepikiran buat bolos. Sakit kan penggugur dosa :" (bolos ngampus = nggak nambah ilmu. Padahal menuntut ilmu wajib hukumnya).

Insoms~

Akhir-akhir ini sering insomnia. Apalagi kalo besoknya ngampus, nggak peduli masuk jam 7 pagi ato setelah dzuhur. Dulu malah hampir nggak pernah tidur larut malam, karena ada "pemicu"nya.

Iya, biasanya kalo susah tidur saya harus "dipancing" dulu biar mata berat. Biasanya saya lakukan dengan membaca komik (udah bosan baca novel) sampe ketiduran. Tapi sekarang koleksi komik saya yang di kos udah saya baca sampe bosan. Sedangkan komik-komik "pemicu" udah saya bawa pulang ke Kalimantan.

Jadi pengen hunting bacaan lagi. Udah lama banget nggak ke Gramed. :')

Kalo dulu mah pengen ke Gramed tinggal bilang, ada yang nemenin. Sekarang saya malah sungkan buat ngajakin temen, dengan alasan waktu luang yang nggak sama, dan kesibukan yang berbeda-beda juga. Kalo dulu masih nyantai, sekarang udah semester 7, udah dikejar-kejar sama Tugas Akhir dari awal masuk. Nggak punya waktu untuk melakukan sesuatu yang nggak penting. Tapi sebenarnya yang nggak penting itu yang dibutuhin, kayak sekarang ini.

Ah, sudahlah. Toh, ngeluh gimanapun juga semuanya nggak akan ada solusi yang baik.

On progress.....

Susah move on itu nggak enak.

Maka nikmatilah saat-saat ketika dirimu berada di sekitar orang-orang yang sangat peduli denganmu.

Nikmatilah pertolonganmu ketika mereka meminta bantuanmu.

Nikmatilah apapun yang mereka lakukan demi melihatmu tersenyum dan tertawa.

Nikmatilah cerita dari seorang teman yang sangat percaya padamu.

Nikmatilah kesunyian yang kamu rasakan ketika berada di dekat mereka.

Nikmatilah, sampai kamu lupa kalau kamu sedang bersedih.

Dan nikmatilah, sampai tiba saatnya mereka "menghilang" dengan tenang.

Terimakasih telah memperhatikan saya.
Maaf saya tidak peka.

To: Nuclear Rangers-ku tersayang.

Tentang si Anu

Tadi banget saya habis dibikin kesel sama cowok yang duduk pas banget di sebelah kiri saya. Dia meminta salah satu temen saya untuk "berbuat dosa". Temen saya ini takut-takut buat ngelakuin itu. Saya dan temen saya di sebelah kanan (cewek) udah bilang jangan dilakuin. Tapi si cowok ini nyolot banget. Gila banget sih, nyuruh orang berdosa maksa-maksa gitu. Saya kesel sih sama dia, tapi toh percuma. Sampe kami bilang ke si cowok, kamu nggak usah mentingin urusan dunia dulu, ntar di akhirat diminta pertanggungjawabannya loh. Tau nggak dia bilang apa? "ah entarlah itu urusan nanti. Ini lebih penting". Saya udah pengen ngomong kasar tapi karena masih ada dosen saya tahan.

Saya gabisa marah kalo langsung. Bisanya nyindir, tapi si cowok keadaannya lagi keras kepala banget. Sekeras apapun sindiran saya tetep aja dia nggak bakal "merasa" kalo dia salah.

Kesalnya masih saya rasakan sampe balik ngampus. Kalo orang lain nggak bisa ato nggak mau ya lakuin lah sendiri.

Apaapa

Udah lama nggak update. Banyak banget yang pengen ditulis, tapi lagi males-malesnya.

Duh, saya gabisa mupon. :"

Iya. Benar.

Udah, gitu aja yak.

Dongeng (lagi) Sebelum Tidur


Seekor kura-kura bertanya kepada seekor kelinci “mengapa aku lambat?” dan kelinci itu menjawab “karena kamu selalu membawa beban berat di pundakmu. Tidakkah kau letih membawa rumahmu kemanapun?”

“aku tidak lelah. Jika aku lelah aku tinggal masuk saja ke rumahku.”

“terus?”

“aku terlindung dari hujan badai dan panas terik matahari.”

“terus?”

“aku juga merasa aman dari musuh-musuh yang mencariku, karena – salah satunya – aku bisa menyamarkan diri menjadi batu dan berdiam diri di tanah, persis seperti bunglon jika ingin melindungi dirinya.”

“terus?”

“mengapa kau selalu bertanya ‘terus’ terus-terusan?”

Kelinci itu tersenyum “begitu maksudku, kura-kura. Walaupun engkau lambat karena selalu membawa beban berat di pundakmu, jangan mengeluh! Karena beban yang kamu bawa itu sangat bermanfaat hanya pada dirimu. Walaupun kamu dicaci maki oleh yang lainnya, biarkan saja mereka, toh mereka juga tidak dapat melakukan apa yang kamu lakukan. Kami – binatang yang lebih cepat dari kura-kura – tidak bisa melindungi diri kami seperti kalian. Kami bahkan tidak membawa rumah kami kemana-mana! Itulah yang menyebabkan kami dapat bergerak lebih cepat dari kalian, agar jika rumah kami rusak, kami bisa segera pergi dan mencari rumah baru. Kamu juga tahu, kan, betapa sulitnya mencari rumah baru, dengan suasana yang berbeda tentunya jika dibandingkan tempat tinggal yang lama”

“kalian juga akan terbiasa, kan? Jika bisa tinggal di rumah baru.”

“tapi kami tidak seaman kalian! Kami terlalu mencolok jika tiba-tiba berada di lingkungan baru, dari predator sampai pemburu tidak henti-hentinya mengejar kami yang sibuk melarikan diri, berpencar, terpisah dari keluarga, dan berada di tempat asing yang tak pernah kau datangi sebelumnya. Apalagi jika cuaca seperti hujan saja dapat membasahi rumah kami seketika..... Tidak seperti dirimu yang tidak bisa dibedakan dengan bongkahan batu, kami terlalu sulit menyamarkan diri.”

“tapi kau kan bisa berlari terus.”

“memangnya kamu tidak lelah jika berlari terus? Apalagi sambil membawa rumah”

Kura-kura terdiam.

“kami yang tidak bawa apa-apa saja lelah jika lari terus-terusan. Kita bukanlah makhluk super yang bisa bergerak semaunya.”

“......”


“Yang penting sekarang kamu tahu, kan? Semua makhluk hidup diciptakan untuk hidup bersama-sama bukan tanpa alasan, bukan juga karena kelebihan dan kekurangan yang menyebabkan dirimu bisa bertanya tadi, tapi dari kelebihan yang kita punya, kita dapat melindungi makhluk yang memiliki kekurangan, begitupun sebaliknya. Coba kalau tidak, bagaimana bisa kamu bisa ke atas bukit secepat ini jika bukan karena aku yang berlari membawamu? Dan bagaimana bisa aku berlari tanpa kelaparan jika bukan kamu yang mengambilkan makanan untukku (tepatnya, kau kujadikan batu untuk menjatuhkan buah-buahan).”

--------------------------------------------------------------------------------

*edited*

Jadi, apa yang bisa anda ambil dari cerita di atas?

Tidak. Saya bukan sok bijak. Saya hanya berpikir tentang apa yang pantas dan sebaliknya.

Believe in God



Nemu di timeline LINE. Seketika gambar ini juga menghapus segala keraguan saya untuk terus melanjutkan hubungan mesra dengan orang yang lagi deket sama saya. Hoahahahaha.

Karena Kami Berbeda, dan Berbeda itu Indah

Padahal baru beberapa waktu lalu ngepost, sekarang udah ngepost lagi. Nggak jauh-jauh sih dari topik awal.

Pas lagi denger lagu di handphone satunya, sambil main game di handphone yang saya gunakan untuk ngeblog ini, trus lagunya mulai ngeplay dari Last Child yang judulnya "Indahkah Perbedaan", aktivitas saya yang lagi main handphone tadi langsung saya hentikan. Entah kenapa lagu ini menarik untuk didengarkan. Mungkin karena memang cocok dengan keadaan saya saat ini, yang di postingan sebelumnya (kalau anda peka) lagi deket sama cowok tapi ya karena perbedaan besar ini membuat saya ragu apa saya yakin dengan jalan yang saya pilih, namun karena sudah berjalan lumayan lama (untuk kategori "pedekate") saya nikmati aja dulu hubungan ini.



Faith

Perbedaan ini terlalu besar, tak bisa dipersatukan. Kalau memang harus berpisah, mengapa kami dipertemukan?

Kau tahu bahkan tak merestui, tetapi mengapa engkau biarkan rasa ini tumbuh begitu saja?

Wahai engkau Sang Maha Membolak-balikkan hati, ijinkan aku untuk menyayanginya, layaknya menyayangi semua ciptaanMu. Dia menyembahMu, seperti aku menyembahMu, namun dengan cara yang berbeda.

Aku siap menghadapi apapun yang terjadi, termasuk jika kau balikkan hati ini, asal jangan kau balikkan hatiku padaMu.


C(h)ina

Tahu aplikasi LINE? Pastinya juga tahu, kan, sama channel LINE TRIVIA? Barusan saya "dikerjain" sama channel ini.

Kronologisnya singkat saja. Saya dapat notification dari channel ini, isinya ya sejenis game tebak-tebakan gitu.


Dengan pedenya saya jawab "china", daaaaaaan apa yang terjadi?


Saya syok (?) mendadak. Ini game sesat banget, padahal saya yakin jawaban saya benar.

Saking penasaran dengan jawabannya, sempat terpikir buat googling, tapi niat itu saya urungkan karena saya ngerasa bego banget masak hal kayak gitu aja nggak tau. Saya asal ketik nama negara yang menurut saya benar. Dari yang awalnya saya kira 'benar' sampe akhirnya saya jawab ngaco.


Dari semua negara yang saya jawab, tidak ada satupun yang benar - ya iya lah salah semua, jawabnya aja ngaco.

Tapi karena saya yakin dengan jawaban saya yang pertama kali, saya mulai mengetik dengan menghilangkan salah satu hurufnya, menyisakan "cina".


Speechless.

Kayaknya sengaja dikerjain deh biar nggak dapet hapenya. :v

Kesel juga sih padahal kan sama aja jawabannya, bahkan saya juga meragukan jawaban sebenarnya itu beneran sesuai sama ejaan sebenarnya atau enggak. Tapi ya sudahlah, namanya juga game, saya nggak tertarik sama hadiahnya, saya lebih tertarik sama hasil dari jawaban absurd yang saya berikan. 😁😌

Ini ceritaku, apa ceritamu?

Apa itu Karma?



anda tahu karma? iya, yang kalo kata-kata orang (pasrah) "kamu pasti ngerasain apa yang aku rasain" disaat dirinya dalam keadaan yang buruk.

ehem... iya, itu ciri-ciri orang pasrah. menurut saya loh yaaa.

kenapa begitu? karena orang yang kayak gitu taunya bertindak doang, mikirnya pake emosi, tanpa berpikir kebelakang apa yang dia lakukan sebenarnya.

saya pernah dapat pertanyaan "apa kamu percaya karma?" di akun ask.fm saya. karena saat itu pun banyak yang nge-ans pertanyaan itu, saya juga mulai baca-baca jawaban mereka. ada yang percaya ada juga yang tidak. kalau alasan percayanya, kesimpulan yang saya dapatkan setelah membaca jawaban mereka seperti ini : "karma itu ada, kamu harus percaya kalau mau hidupmu tidak sial". jawaban seperti ini adanya malah menakut-nakuti orang lain saja. sedangkan bagi yang tidak percaya karma, alasan yang diberikan seperti ini : "karma itu tidak ada, yang ada itu apa yang kita tanam itu yang kita petik". maksudnya apapun yang kita lakukan hari ini akan berefek pada kemudian hari. misalnya kalau hari ini anda menolong seseorang, suatu hari nanti anda yang akan ditolong orang, walaupun bukan orang yang sama.

coba deh berpikir luas, kenapa kita bisa "celaka" - anggap aja gitu istilahnya - akibat orang lain. saya mengambil dua kesimpulan dari pernyataan saya diatas:

1. Tuhan sedang menguji kita
mungkin Tuhan ingin menguji kesabaran kita, dengan memberikan cobaan lewat orang lain. jika lolos melewati cobaan yang diberikan, bisa jadi kedepannya kita akan dapat cobaan yang lebih berat lagi. tapi, yakin deh, kita bakal jadi orang yang "baik" oleh Tuhan. jangan marah kalau dimanfaatin orang-orang karena kebaikan dan kesabaranmu, tapi tegurlah mereka dengan baik-baik jika sudah keterlaluan. ajarkan ilmu kebaikan seperti ini "kalau kamu baik ke orang walaupun kecil, Tuhan akan baik ke kamu berkali-kali lipat". kebaikan yang kamu lakukan mungkin tidak akan kamu rasakan hari itu juga, bisa saja hari lain diaaat kamu benar-benar membutuhkan.
eh tapi jangan pernah tanyakan mereka "apa Tuhan meminta kamu memberi cobaan ke aku?". jangan, soalnya lucu. 😁

2. ada "kesalahan" yang dilakukan sebelumnya
ambil contoh, anda begadang sehingga tidur telat, berefek bangun kesiangan, dan setiba di tempat kerja anda dimarahi atasan. jangan mendoakan atasan (walaupun dalam hati) agar turun jabatannya. tapi cobalah berpikir kebelakang, mengapa anda bisa telat. dari situ anda tahu kan, siapa yang salah? 😁
dari contoh permasalahan ini saya rasa anda paham. intinya "berpikir kebelakang" bukan mendoakan yang tidak baik kedepannya.

jadi, menurut anda, yang benar itu "karma" atau "apa yang kita tanam, itu yang kita petik"?

Katanya .....



katanya cinta akan datang kalau terbiasa.
tapi kenapa disaat sudah terbiasa pun cinta tak juga datang?

kalau yang "mudah" saya rasakan adalah jatuh-cinta-pada-orang-yang-salah,
dan saat ini saya tidak merasakan apapun padahal sudah sering bersama,
apakah yang (akan) saya rasakan saat ini adalah cinta-pada-orang-yang-tepat?

badmoodbadday

"kok mau-maunya aja gue nangis gara-gara dia?" kan bego banget.

iya, gue bego, kenapa baru nyadar.

gue masih sakit hati, masih kesal, masih dongkol, dan sejenisnya.

siapa sih yang nggak sakit hati saat pekerjaannya dijelek-jelekin?

gue ngerasa ini amanah gue, jadi apapun yang terjadi gue harus tanggung jawab. termasuk dihina sama orang yang nggak suka sama apa yang gue kerjakan.

tapi entah kenapa kalo sama manusia ajaib ini, selain bisa bikin gue kesel, juga bisa bikin gue nangis.

kenapa gue nangis? karena gue nggak tau lagi gimana cara ngadepin orang kek gitu.

selain ngehina pekerjaan gue, dia juga udah ngejatuhin harga diri gue. ya gue masa bodo sih. buat apa gue berubah jadi yang dia inginkan kalo sekeliling gue masih mau menerima kehadiran gue yang sekarang.

tapi sekesel-keselnya gue sama dia, gue lebih kesel kalo ada yang ngerasain apa yang gue rasain. yang nyakitin gitu lah ya.

gue nggak suka. menurut gue ya cukup gue aja yang sakit, yang laen jangan. tapi udah terlanjur, orang laen juga ngerasain.

yaaa, salah dia juga sih kenapa mancing emosi orang.

gue ngerti dia (katanya) maksudnya baik, tapi cara penyampaiannya yang nggak bisa gue terima. kalo bisa ya jangan bawa-bawa tugas gue dong. kalo dendam pribadi yaudah sampein aja langsung. gue cewek, gue ngerti lah.

mungkin gue bisa dikategorikan sebagai "Musuh Nomor Satu"nya dia.

ah, biarkan dia dewasa dengan sendirinya.

Bye-bye My Moodboster

awalnya muncul begitu saja saat saya lagi ngadmin. entah kenapa followers yang satu ini menarik perhatian saya. kemudian saya stalk dan menemukan suatu "bukti" yang jujur saja menohok banget.

karena untuk masalah yang satu ini nggak saya ceritakan pada siapapun - dan saya sangat butuh pelampiasan - akhirnya dengan brutal dan tega pun saya mengupdate tentang perasaan yang saya alami di LINE. merasa belum puas, saya update di Twitter. kalo galau banget pasti saya tuangkan di Twitter. kenapa? karena hanya Twitter satu-satunya sosmed yang nggak dimiliki orang tua saya.

yeah, kalian boleh bilang saya anak yang tega. tapi terkadang kalian juga butuh pelampiasan dimana pada saat itu kalian tidak ingin orangtua kalian tahu, kan? saya pernah bikin pm yang membuat orangtua saya panik, padahal saya biasa-biasa saja, dan saya hanya membalas 'ndak apa-apa'.

setelah puas dan lega, entah kenapa saya juga ingin ngeblog. mungkin kalau postingan ini saya baca lagi, saya akan teringat kembali betapa sakit hatinya seorang cewek-tidak-peka terhadap seauatu yang sebenarnya biasa saja tapi bisa membuat (hanya) dia yang baper. mungkin ini memang balasan akibat dia yang nggak peka, akhirnya dipehapein sama cowok yang sudah memberikan harapan (entah saya yang kegeeran ato emang iya kalo dia ngasih harapan), tapi dia duluan yang meninggalkan saya. saya nggak salah, dong. :3

setelah bikin tweet saya berhenti ngestalk. saya bersyukur banget bisa menemukan fakta bahwa dia sebenarnya baik-baik saja. yaaa, walaupun baik-baiknya itu bukan karena saya, saya juga nggak maksa. saya tahu dengan status cewek-tidak-peka saya pun nggak bisa membahagiakannya.

dia baik. amat baik. saya nggak bisa membalas kebaikannya. saya nggak mau terlalu mempermainkan kebaikannya. saya ikhlas dia pergi kemanapun yang dia inginkan. serius.

saya hanya bisa berharap, semoga kita semakin jarang bertemu, karena move on itu butuh waktu.

dan itu berarti, saya harus mencari moodboster baru.
semangat qaqaaaaa~

My Trip My Adventure (?)

nggak butuh orang hebat kok buat tau dunia itu kayak apa. cukup simpen hape, trus keluar rumah, nikmati sendiri* gimana kehidupan dimana kamu berada.

*ohya, artikel ini khusus buat jomblo. kalo kamu (ngerasa) nggak jomblo, saya sarankan untuk berhenti baca. karena sendiri = jomblo.

ada berita heboh disekitarmu? tinggal tanyakan saja pada orang-orang yang ada, sekalian bersosialisasi biar kamu dianggap 'ada' di situ, bukan hanya sebagai makhluk yang hidup. :v

bingung mau ngapain? tinggal tanya temen minta recommended sesuai targetmu. sok basa basi dengan nanyain kabar, lagi apa, udah makan belum (sekalian beliin makanan juga boleh).

nggak tau alamatnya? sercing aje di google maps (ini baru boleh buka hape, walaupun sebenernya bisa aja sih lewat pc). sekalian diskrinsut trus diprint biar kek peta.

nggak ada temen? nggak mungkiiiiiiin. sambil modus juga bisa kok, misal pengen belanja buat sodara tapi nggak tau seleranya soalnya beda jenis (cewek/cowok loh ya, bukan maho ato homo apalagi sekongkolannya).

tugas numpuk? alaaaah, ngerjain tugas cuman MITOS! yakin deh, fokus ke khayalan lebih banyak daripada fokus ngerjain tugas. nggak usah sok sibuk, orang sibuk aja masih bisa nyisihin waktu kok buat relax.

ada kegiatan yang wajib diikuti? dateng aja, kalo emang beneran bermanfaat. minimal bermanfaat buat ngisi hari-harimu biar nggak suwung. sering suwung? jomblo sih (mending jomblo kalo punya gebetan yang bisa dimodusin buat ngisi kesuwunganmu, daripada jomblo gara-gara nggak ada satupun yang mau walaupun cuman dilirik pake ujung pulpen).

tempatnya mahal? bawa bekal, minimal air minum. sekalian buka lapak biar dapet duit lagi - habis itu dikejar satpol PP.

jangan lupa bawa kamera, biar kayak anak hitzzzzzzzz. iya, bawa doang. entar kameranya difoto pake kamera hape yang resolusinya kek kamera hape jadul (karena foto blur itu sesuatu banget deh).

dongeng (mahasiswa) sebelum tidur

ini cerita saya waktu udah (kepepet) niat banget ngerjain laporan - anak kuliahan pasti ngerti lah gimana rasanya 'mamam' laporan.

jadi gini....

langsung aja deh ya.
intinya saya sendiri beneran niat ngerjain laporan itu pas H-1. gatau kenapa hal ini seolah menjadi kebiasaan yang nggak bisa saya ubah, dan saya yakin bukan hanya saya saja yang punya kebiasaan macam ini.

sebelumnya, pas H-3, saya juga udah ngerjain. dan ternyata, filenya nggak mau kesave. jadinya masuk ke Auto Recovery. saya pun berpikir 'yaudah entar aja deh ngerjainnya' dan akhirnya nonton Digimon Adventure Tri.
-sori ya gaes, ane emang demen banget sama anime yang satu ini. walaupun sebenernya udah pernah nonton, tapi ditonton berapa kalipun tetep nggak bosen, walaupun baru ada 4 episode-

2 hari kemudian, tepatnya H-1 pengumpulan laporan, saya mulai mengerjakan bagian langkah percobaan sampe selesai. dan permasalahan seperti Auto Recovery tetep muncul, padahal datanya nggak di close. pas ngesave malah nggak bisa dan akhirnya lari ke AutoReco itu. daaaaaan, dikasus saya kali ini, FILENYA NGGAK MAU KEBUKA!!!! beneran deh, masak iya udah begadang bikin laporan dan ternyata nggak ada yang tersimpan satupun. kan syediiiiih. 😥

akhirnya, malam itu juga, pas di jam 00:00, saya putuskan untuk bikin lagi dari awal, copas berbagai sumber (baca: laporan temen), dan laporan saya beneran DONE satu jam kemudian. untuk ukurannya, ternyata lebih kecil dari semula. yang awalnya bisa 5MB, malah jadi 1,8MB doang. dan itu diselesaikan hanya dalam waktu semalam. saya pun terharu. hiks...

oke ini lebay.

begitu sudah dikirim email ke dosen, langsung matiin lepi, dan gabisa tidur. 😳

jujur saja ini bukan pertama kalinya saya ngumpulin tugas ato laporan dan semacamnya lewat dari batas waktu. namun, semua hal itu beralasan kok. kadang, saking pingin cepet kelar malah ada yang ketinggalan di laporan. misalnya kayak lupa nyantumin pembahasan lah (ini kampr*t dah), lupa bikin cover (yang berakhir jadi laporan tanpa nama), malah ada yang sampe salah nulis nama dosen (iya, ada. mending kalo cuman salah huruf. kalo sampe salah dosen kan fatal banget. image sebagai mahasiswa baik musnah sudah).

ohya, ada satu lagi kesalahan fatal dalam pengerjaan laporan. itu kalo kopas laporan temen sampe ke kovernya, dan pas mau dikumpulin, ternyata lupa ganti nama temen dengan nama sendiri. temen sekelas saya pernah ngalamin kejadian kayak gini (demi kesehatan dan keselamatan bersama, orang yang bersangkutan tidak akan saya cantumkan namanya di sini). mending kalo dikumpulin dalam bentuk hardcopy. kalo ternyata ngumpulinnya lewat email, ......... (nggak sanggup harus bilang apa lagi).

sebagai sesama mahasiswa, saya hanya mengingatkan, telitilah dalam melakukan sesuatu. entah itu ngerjain sendiri ato bareng temen.

tapi, kalo nggak ada kejadian kayak gitu, nggak akan ada cerita 'jaman kuliah' yang kocak buat dikenang, dong? hahaha.

Travelling -> Candi Sambisari

Saya sudah cukup lama 'menetap' di Jogja lebih dari 10 bulan, gegara dapat beasiswa buat kuliah di sini. Kalo enggak, belum tentu bisa melanjutkan pendidikan di "Kota Pelajar" ini.

Sebagai 'warga Jogja sementara' selain mengunjungi kampus untuk kuliah, saya juga berwisata ke beberapa tempat yang indah di mata, sejuk di hati (oke hentikan). ada beberapa tempat wisata yang menarik perhatian saya, salah satunya akan saya share disini.

CANDI SAMBISARI

Mungkin tidak semua pendatang seperti saya tau tentang candi yang satu ini. Bahkan, kalo ngomongin soal "candi", pasti yang pertama terlintas kalo nggak Candi Prambanan yaaa Candi Borobudur. Gak apa, gak ada yang salah kok. Kita sama-sama mencari dan berbagi.

Saya pertama kali kesini diajak teman, dan ternyata tidak terlalu jauh dari lokasi saya berada (babarsari), sekitar belasan menit udah nyampe tujuan - Kalasan menggunakan motor.
*kalo mau tau tempatnya searching aja di google maps* :3

Kalo mau kesini, minimal bawa uang 4k ya, 2k buat parkir, 2k buat biaya masuk. Tiket masuk ke sini (waktu saya kunjungi) buat usia <12 sebesar 1k, dan 12 ke atas 2k. Dan, ulalaaa~ anda bisa memanjakan diri hanya dengan berjalan mengelilingi satu candi ini. Iya, cuma satu. Jadi, buat yang hobi "foto" tapi males jalan jauh + capek, ini recommended banget.

Foto Candi Sambisari dari berbagai sisi dan berbagai kamera.





Biasanya, dibalik peninggalan-peninggalan gini pasti ada cerita atau mitosnya. Begitu saya tanyakan ke teman yang mengajak, katanya "cari aja di google". Padahal saya kira dia tau, karena dia yang mengajak. Tapi yaaa sudahlah.

Beberapa waktu kemudian, saya coba searching awal mula "keberadaan" Candi Sambisari. Dan dari beberapa sumber - tentu dengan jawaban yang kurang lebih sama - saya mendapat kesimpulan bahwa candi ini ditemukan secara tidak sengaja tersentuh oleh cangkul milik petani penggarap sawah, yang awalnya berupa reruntuhan saja, yaitu pada Juni 1966, dan segera berita penemuan tersebut sampai ke kantor Cabang Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional di Prambanan (sekarang Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala). Kemudian dilakukan peninjauan dan penelitian lebih lanjut di tempat tersebut, dan akhirnya diperoleh kepastian bahwa penemuan tersebut merupakan situs candi dan dinyatakan sebagai daerah suaka budaya. Posisi candi yang berada 6,5 meter dari permukaan tanah sekitar itu, diperkirakan terjadi karena tertimbun letusan gunung Merapi (oke yang lain saya copas dari internet. Gak mungkin saya tahu sedetil ini, berhubung nilai sejarah jaman SMA saya agak mengkhawatirkan).

Kompleks Candi Sambisari berlokasi berdekatan dengan bangunan candi yang lain misal Prambanan, Kalasan, Sari dan lainnya. Lokasi Candi Sambisari berjarak sekitar 5 km dari kompleks candi Prambanan kearah barat atau sekitar 14 km dari pusat kota Yogyakarta ke arah timur. Candi Sambisari merupakan candi Hindu beraliran Syiwaistis dari abad ke-X dari keluarga Syailendra ini berada di wilayah kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat penggalian kompleks candi Sambisari juga ditemukan benda-benda bersejarah lainnya, misalnya perhiasan, tembikar, prasasti lempengan emas. Dari penemuan tersebut didapat perkiraan bahwa candi Sambisari dibangun tahun 812-838 M saat pemerintahan Raja Rakai Garung dari Kerajaan Mataram Hindu (Mataram Kuno). Kondisi kompleks candi Sambisari sangat terawat dan bersih dan banyak wisatawan lokal, domestik maupun mancanegara banyak berdatangan mengunjunginya dan menjadi satu paket kunjungan wisata budaya dengan kompleks candi lain di sekitarnya khususnya candi Prambanan yang sudah lebih terkenal.


Candi Sambisari merupakan percandian yang terdiri dari sebuah candi induk dan tiga buah candi perwara pada bagian depannya. Candi induk menghadap ke arah Barat denahnya berupa bujur sangkar dengan ukuran 13,65m x 13,65m dengan ketinggian 7,5m. Hal yang menarik dari Candi Sambisari ini yaitu tidak terdapat kaki candi yang sebenarnya, sehingga bagian alas sekaligus berfungsi sebagai kaki candi. Pada sisi luar dinding tubuh candi terdapat relung-relung yang diatasnya terdapat hiasan kala. Setiap relung ditempati oleh Dewi Durga (utara), Ganesa (timur) dan Agastya (selatan). Sedangkan pada kanan-kiri pintu masuk bilik candi terdapat dua relung untuk dewa-dewa penjaga pintu yakni, yaitu Mahakala dan Nandiswara, sayangnya kedua arca tersebut kini sudah tidak berada lagi ditempatnya. Pada bagian dalam bilik candi terdapat Yoni dengan hiasan seekor naga pada bagian ceratnya dan sebuah lingga pada bagian atasnya.



Tiga buah candi perwara yang berada didepan Candi Sambisari berukuran 4,9m x 4,8m untuk bagian tengahnya, sedangkan perwara utara dan selatan berukuran 4,8m x 4,8m. Ketiga candi perwara tersebut tidak mempunyai tubuh dan atap, yang ada hanya kaki dan pagar langkan pada bagian atasnya. Kompleks Candi Sambisari secara keseluruhan dikelilingi oleh pagar dari batu putih yang berukuran 50m x 48m. Pada masing-masing sisi pagar terdapat pintu masuk akan tetapi disisi utara ditutup.



Jalan menuju ke lokasi kompleks candi dapat dilalui oleh segala jenis kendaraan, namun belum ada kendaraan umum yang melewati tempat ini sehingga ditempuh dengan ojek atau dokar/delman sekitar 2 km dari tepi jalan Yogya-Solo. Untuk mencapai lokasi candi, dapat ditempuh dengan naik bus jurusan Yogya-Solo sampai kilometer 10 dimana terdapat papan penunjuk jalan menuju.


Saya datang kesini saat sore setelah ashar, dan sebenarnya setelah ini juga ingin mengunjungi candi-candi lainnya yang juga menyimpan keindahan dan cerita tersendiri selain Candi Prambanan yang terkenal dengan Roro Jonggrang-nya, ataupun Candi Borobudur yang masuk dalam "7 Keajaiban Dunia". Namun apa daya karena kami yang datang kurang awal, dan tidak mau pulang lewat maghrib, akhirnya kami pulang, ditemani sunset yang menemani perjalanan pulang kami.

Sebenarnya banyak tempat lain yang saya kunjungi, namun hanya ini yang dapat saya selesaikan terlebih dahulu. Yang lain akan menyusul sesempat penulis. Oke mungkin hanya ini yang dapat saya bagikan. Jika ada pertanyaan ataupun pernyataan seputar postingan saya ini bisa disampaikan lewat kotak komentar di bawah.

Yogyakarta | 24 Mei 2015 | 14.07

Mengapa?

Mengapa?
Mengapa kamu begitu?

Kami salah kah?

Salahkah kami peduli?

Apa kamu tau rasanya kami gimana?

Kami rela membuang waktu kami yang sangat berharga.
Hanya buat kamu.

Tak merasa kah kamu dipedulikan banyak orang?

Kamu tau perasaan kami dikecewakan kamu?

Atau kamu gak punya perasaan?

Kamu emang munafik!!!!
Hanya menebarkan janji yang bahkan belum tentu bisa dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Kamu emang kejam!!!
Tetap seperti itu sama saja membunuhmu secara perlahan.

Kamu emang jahat!!!!
Tak pedulikah kamu kepada orang-orang disekitarmu?
Sedikit saja?

Tak pedulikah?

Tentu.
Kamu kan gak punya hati.

Harusnya kamu berbahagialah sedikit.
Kami masih ingin menerimamu.
Kami masih mau bersamamu.
Walaupun kami bukan siapa-siapa kamu.

Aku yakin kamu pasti bahagia.
Jika kamu punya hati.

Kamu punya hati kan?
Atau butuh hati?

Sini aku transfer.

Biar kamu dapat merasakan tulusnya orang-orang yang peduli.

Orang-orang yang sayang padamu.
Orang-orang yang bahagia karenamu.
Orang-orang yang sedih tanpamu.

Kami siap menampung keluh kesalmu.
Kamu bebas memilih siapapun dari kami.

Namun itu hak mu.
Kami tidak memaksa.

Setidaknya hargailah kami.
Walaupun cuma sedikit.
Kami hanya minta itu kok.
Gak lebih.

Serius.

Coba aja.

Apa susahnya?

Kamu juga gak mau kan terganggu akibat kehadiran kami?

Yang selalu menghantuimu.
Yang selalu mengganggu waktumu.
Yang selalu ingin kamu ini dan itu.

Kamu tau mengapa kami begitu?

Karena kami peduli.

Kami gak mau kamu kesepian.
Kami gak mau kamu sedih.
Kami gak mau kamu tertinggal.

Ini semua bukan tanpa alasan.
Ini buat kebaikanmu.

Okelah kalau kamu tak menganggap itu baik.
Terserah kamu.
Kami emang mengganggu kok.

Emangnya kami siapa?

Hanya orang-orang tak penting.
Yang suka mengurus hidup orang lain.

Namun kamu penting bagi kami.
Amat sangat penting.

Salahkah kami peduli?

Baiklah kalau salah.
Kami akan berhenti.

Jangan harap kami akan kembali.
Jangan harap kami mau menerimamu kembali.
Jangan harap kami akan melakukan hal bego lagi.

Kami hanya minta kamu jawab pertanyaan kami dengan sangat jujur dan cepat.

Mengapa kamu begini?

Tidak perlu kamu sampaikan pada kami.
Namun sampaikanlah jawaban itu pada Tuhan.

Kami hanya mengingatkan.
Karma masih berlaku loh.

"Ini Semua Bukan Tanpa Alasan" | pukul 11 malam gitulah | Yogyakarta, 25 Februari 2015